Tips Memilih Layanan Fintech Aman ala Ronny Wijaya Direktur Utama Indodana

Layanan Fintech Aman ala Ronny Wijaya Direktur Utama Indodana

Tips Memilih Fintech ala Ronny Wijaya. Saat ini, Layanan Fintech yang memberikan layanan peer to peer atau P2P Lending semakin digandrungi banyak orang, terutama bagi orang-orang yang mempunyai kebutuhan mendadak dan menginginkan dana cepat cair.

Apalagi banyak masyarakat yang menganggap Fintech memiliki keunggulan dibanding dengan lembaga keuangan konvensional, seperti memberikan kemudahan dalam transaksi, proses yang cepat dan persyaratannya yang tidak berbelit-belit.

Bahkan saat ini, fintech semakin berkembang dengan melakukan berbagai inovasi salah satunya adalah tidak hanya menawarkan pinjaman, namun kini dengan fintech mengajak masyarakat luas untuk menjadi pemberi pinjaman/lender atau P2P.   

Aplikasi Fintech P2P juga mengedepankan keamanan, dibuktikan dengan memiliki setiap aplikasi harus memiliki Setifikasi Internasional ISO 27001 serta sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca juga : Sejarah Pesatnya Perkembangan Fintech Di Indonesia

Namun dibalik semua kemudahan yang diberikan, kita harus tetap waspada terhadap segala bentuk resiko penipuan/jebakan yang dilakukan oleh fintech abal-abal.

Seperti yang diungkapkan oleh Ronny Wijaya, Direktur Utama Indodana. Ia menjelaskan bahwa sebelum menggunakan jasa teknologi keuangan (fintech) pastikan terlebih dahulu apakah aplikasi tersebut sudah terdaftardi OJK atau belum.

Hal tersebut bertujuan untuk keamanan pelanggan, dalam hal ini OJK berperan sebagai pengawas sekaligus mengatur regulasi industri fintech serta melindungi nasabah dan memberi edukasi dan menggunakan layanan fintech. 


Langkah kedua Sebelum memilih fintech adalah dengan memilih fintech yang sudah yang tersertifikasi ISO 27001. Ronny Wijaya menambahkan bahwa Sertifikasi ISO 27001 merupakan standart yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui peraturan yang dibuat Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui Permen Kominfo No. 4 Tahun 2016.

Dengan memilih perussahaan fintech yang memiliki ISO 27001, menggambarkan bahwa perusaahaanfintech tersebut memiliki tata kelola data nasabah yang baik sesuai standar internasional.

Dengan penerapan ISO 27001, perusahaan fintech diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala seperti penyalahgunaan data, pencurian data identitas pelanggan(hacking) dan sebagainya.


Langkah ketiga Kenali sistem pendanaan dan keuntungannya. Salah satu kegiatan keuangan yang populer saat ini adalah menggunakan inovasi pendaanan melalui fintech P2P lending, karena dirasa lebih menguntungkan dibanding dengan menabung biasa.

Selain memberikan kemudahan, P2P lending juga memberikan imbal hasil yang sangat menarik ketika pelanggan telah memiliki kesepakatan untuk pemberi pinjaman atau biasa disebut lender.


Oleh sebab itu, Ronny Wijaya menegaskan. Sebelum melakukan investasi atau menggunakan jasa teknologi keuangan pastikan terlebih dahulu tentang produk pendanaan yang diberikan, cara malakukannya, syarat ketentuan serta keuntungan dan resikonya.   

Ronny Wijaya menyontihkan, seperti di indodana. investor atau pelanggan bisa mendapatkan keuntungan hingga 20% pertahun hanya menggunakan modal pendanaan mulai Rp100.000 saja.

Cukup terjangkau meski bagi orang yang mau belajar untuk berinvestasi.

Baca juga : Alasan Harus berinvestasi Sejak Dini

Ronny Wijaya juga menjelaskan strategi yang digunakan oleh indodana adalah untuk meminimalisir semua kesalahan dengan menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) RoboInvest dan Big Data.

Teknologi-teknologi tersebut berfungsi untuk memitigasi risiko dari para peminjam serta memberikan perlindungan Asuransi Simasnet kepada para pelanggan agar tidak mendapat biaya tambahan lagi. Dengan kata lain ada jaminan dari perusahaan untuk dana lender akan dikembalikan hingga 95%.

Terahir Ronny Wijaya mengingatkan untuk lebih teliti dalam memilih jasa teknologi keuangan atau fintech, karena saat ini ada banyak website dan aplikasi online yang menawarkan pinjaman kilat maupun investasi online fintech.

"Namun harus selalu waspada, karena tidak semua produk fintech aman, masih banyak fintech yang abal-abal yang dapat berpotensi merugikan," tambah Ronny Wijaya Direktur Utama Indodana.

www.materibisnis.com bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada bisnis pemula serta mengulas sisi-sisi lain yang bermanfaat.

Silahkan bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, Terimakasih.
Salam,

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon