Waspadai Fintech Bodong, Simak Tips Aman Memilih Jasa Teknologi Keuangan (Fintech)

Waspadai Fintech Bodong, Simak Tips Aman Memilih Jasa Teknologi Keuangan (Fintech)

Tips Aman Memilih Jasa Fintech. Layanan teknologi yang memberikan layanan pinjam meminjam uang semakin menjamur, karena memberikan alternatif serta kemudahan kepada mayarakat yang membutuhkan dana secara cepat.

Untuk menjaga kenyamanan konsumen, Ketua Satgas (satuan tugas) Waspada investai OJK, Tongam Lumban Tobing mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memanfaatkan pinjaman di fintech untuk menghindari hal-hal yang merugikan.

Apalagi saat ini aplikasi fintech dapat dengan mudah di temukan di Appstore atau Playstore. 

Berikut tips dari Satgas Waspada Investasi OJK agar kita tidak salah dalam memilih perusahaan finech dan mengindari perjanjian-perjanjian yang merugikan:


1. Pilih Fintech yang Terdaftar di OJK


Tongam Lumban Tobing mengungkapkan bahwa saat ini sudah lebih dari 100 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Guna melindungi keamanan konsumen, OJK memberi himbauan kepada perusahaan fintech untuk tidak merugikan konsumen seperti mengakses data pribadi konsumen.

Himbauan tersebut sudah dituangkan dalam peraturan yang sudah di sepakati oleh  Satgas (satuan tugas) Waspada investai OJK dengan melarang perusaan fintech  mengakses daftar kontak, berkas-berkas dan informasi penting lainnya di smartphone konsumen.

Bahkan satgas OJK juga tidak segan untuk memberikan tidakan tegas apabila ditemukan pelanggaran. Mulai dari peringatan tertulis, denda materil, pembatasan kegiatan sampai pencabutan izin operasi.


2. Pinjam Sesuai Kemampuan dan Kebutuhan


Untuk mengantisi risiko telat bayar, tobing menyarankan konsumen untuk menghitung kemampuan bayar sebelum menentukan jumlah atau jenis pinjaman. Kebanyakan konsumen merasa kesulitan membayar karena tidak mampu membayar angsuran bulanan.

Ditambah dengan intimidasi dari debt colector yang membuat konsumen menjadi tidak nyaman dan tertekan. Tentu hal tersebut akan menimbulan konsumen gagal bayar. 

ia juga menambahkan,sebelum menggunakan jasa teknologi pinjaman fintech, sebaiknya konsumen mengukur terlebih dahulu kemanmpuan bayar dan dana yang dibutuhkan.


3. Gunakan Untuk Kebutuhan Produktif


Tobing juga menyarankan, lebi baik meminjam dana untuk kebutuhan produktif saja, seperti untuk keperluan membuka usaha dan kegiatan produktif lainnya.

Dengan harapan, konsumen mendapatkan penghasilan sehingga terhindar dari hal yang tidak diinginkan seperti ketidak mampuan membayar angsuran yang harus dibayar.


4. Pahami Manfaat dan Resikonya


Sebelum memutuskan meminjam dana, konsumen dituntut untuk mengerti bahwa transaksi tersebut merupakan sebuah peranjian yang mengikat. Dimana konsumen berkewajiban untuk mengembalikan pokok hutang disertai dengan bunga yang telah disepakati sebelumnya.

Selain itu, konsumen juga harus mengerti resiko apa yang harus dihadapi jikau tidak mampu membayar di kemudian hari.


5. Konsultasikan ke OJK jika diperlukan


Terakhir Tongam Lumban Tobing menyarankan untuk bekonsultasi dengan OJK apabila terjadi permasalahan dengan perusahaan fintech atau permasalahan-permasalahan lainnya yang berhubungan dengan pelayanan jasa teknologi keuangan. 

Konsumen juga bisa berkonsultasi memalui call centre OJK dengan menghubungi 1500655 atau dengan mengirim email di waspadainvestasi@ojk.go.idNamun apabila konsumen sudah merasa dirugikan, konsumen bisa melaporkan kepihak kepolisian karena sudah masuk keranah pidana.

www.materibisnis.com bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada bisnis pemula serta mengulas sisi-sisi lain yang bermanfaat.

Silahkan bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, Terimakasih.
Salam,

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon