Sejarah Pesatnya Perkembangan Teknologi Keuangan (Fintech) Di Indonesia

Sejarah Pesatnya Perkembangan Teknologi Keuangan (Fintech)

Perkembangan Teknologi Keuangan (Fintech). Dewasa ini, pesatnya perkembangan inovasi teknologi yang memudahkan telah mengubah sebagian besar pola hidup manusia. Tidak terkecuali inovasi teknologi dalam bidang jasa keuangan yang semakin marak saat ini.

Inovasi teknologi dengan alasan memberikan kemudahan tersebut yang kemudian menyebabkan lahirnya inovasi dalam memberikan pelayanan keuangan berbasis teknologi atau biasa dikenal dengan financial technology atau fintech.  

Dalam perkembangannya, fintech di Indonesia telah merambah kedalam beberapa sektor, seperti startup pembayaran, peminjaman (lending), pembiayaan (crowdfunding), perencanaan keuangan (personal finance), hingga nvestasi ritel.

Perkembangannya sendiri terbilang sangat subur, dibuktikan dengan semakin maraknya perusahaan startup berbasis Fintech dalam beberapa tahun terakhir.

Apalahi kehadiran Fintech diyakini dapat memberikan kemudahan kepada penggunanya. Disisi lain, kehadiran fintech juga diyakini dapat memajukan perusahaan-perusahaan di Indonesia khususnya perusahaan yang bergerak dalam bidang Startup.

Menilik data OJK bulan januai 2019, perusahaan fintech telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp25,92 triliun dan terus bertambah. Jumlah tersebut naik sekitar 14,36% dari awal tahun 2018 yang tercatat senilai Rp22,67 triliun

Meski memiliki angka yang cukup fantastis, namun OJK mengatakan angka tersebut masih tegolong kecil. Karena berdasarkan penelitian pada tahun 2016, masih ada kesenjangan pendanaan sebesar Rp989 triliun per tahunnya.

Namun OJK optimis industri fintech di Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar, mengingat masih banyaknya kebutuhan pendanaan yang diperlukan oleh masyarakat yang belum terpenuhi. 

Tercatat dalam data statistik OJK per tanggal 1 Februari 2019, terdapat 99 perusahaan fintech yang sudah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan 54 perusahaan fintech yang terdaftar di Bank Indonesia (BI).

Baca juga : Lo Kheng Hong, investor Untung Rp 10 Miliar Dalam Satu Hari

Disisi lain, Bambang Soesatyo Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan bahwa perusahaan fintech dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan serta mempermudah transaksi dan meningkatkan literasi keuangan.

Seperti menekan biaya modal serta menekan biaya operasional dengan memanfaatkan teknologi berupa smartphone. Ia juga mengungkapkan dengan munculnya fintech, negara dapat mengehemat pembuatan uang kertas dengan mengedepankan transaksi non-tunai.

Bambang Soesatyo juga meyakini fintech dapat mencegah risiko sumber stabilitas sistem keuangan yang berkaitan dengan sistem informasi dengan catatan perkembangan fintech harus sejalan dengan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengingat pada tahun lalu (2018), terdapat sekitar 277 fintech yang dinyatakan ilegal oleh Satgas OJK karena meresahkan masyarakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah di bawah OJK memberikan pengawasan lebih kepada pelaku fintech. Serta perlu sebuah aturan UU atau payung hukum di industri fintech untuk melindungi pihak terkait akibat penyalah gunaan teknologi.

Dalam hal pertumbuhan, pesatnya pertumbuhan perusahaan fintech di Indonesia di pengaruhi oleh beberapahal berikut:


1. Memberikan Kemudahan


Tujuan dari fintech adalah menawarkan kemudahan akses kepada calon pelanggan, terutama bagi calon pelanggan yang belum terjangkau oleh produk keuangan konvensional. 

Kemudahan lain yang ditawarkan adalah kemudahan akses, karena fintech berbabis internet. Hal tersebut semakin mendekatkan diri kepada generasi muda yang sangat aktif dalam memanfaatkan teknologi internet dalam kehidupan sehari-hari.

Selain akses yang mudah, fintech juga dianggap lebih praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-harinya ketimbang produk keuangan konvensional.

Baca juga : Belajar nvestasi Saham Untuk jangka Panjang


2. Perkembangan Teknologi


Perkembangan teknologi yang semakin cepat, memaksa perusahaan fintech untuk terus melakukan inovasi secara berkelanjutan. Inovasi dalam teknologi dengan tujuan memenuhi apa yang masyarakat butuhkan.

Ketika timbul permasalahan baru, para perusahaan fintech di tuntut untu jeli dalam menyediakan produk keuangan inovatif yang dapat menyelsaikan masalah tersebut dengan tepat dan memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru.


3. Generasi Millennials


Fintech sangat digemari oleh Generasi Millennials dengan semangat entrepreneur yang sangat tinggi. Dengan alasan mobilitas yang tinggi fintech memberikan kepraktisan yang dibutuhkan oleh kalangan ini.

Serta dianggap memberikan kesan baru yang lebih fleksibel serta tidak kaku  menjadi salah satu keunggulan fintech dibanding perusahaan keuangan yang menggunakan metode konvensional.

www.materibisnis.com bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada bisnis pemula serta mengulas sisi-sisi lain yang bermanfaat.

Silahkan bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, Terimakasih.
Salam,

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon