Cara Mudah Mengolah Hutang Untuk Modal Usaha

Mengolah Hutang Untuk Modal Usaha

Mengolah Hutang Untuk Modal Usaha. Dalam membangun sebuah usaha, modal usaha merupakan salah satu elemen paling penting sekaligus mempunyai sifat yang krusial. Hal tersebut dikarnakan setiap pelaku usaha diharuskan memiliki perhitungan atau perencanaan keuangan yang matang.

Modal usaha yang cukup atau lebih, akan mempermudah pelaku usaha dalam mengolah strategi usaha apa yang akan dijalankan. seperti mmembuat inovasi baru, produk baru dan lain sebagainya.

Modal usaha juga sangat berpengaruh bagi kelangsungan usaha itu sendiri, jika mempunyai modal usaha yang berlimpah tentu akan sangat membantu dalam perkembangan sebuah usaha.

Namun pada kenyataannya, masih banyak para pelaku usaha yang masih merasa kesulitan dalam hal pendanaan seperti kekurangan dana modal usaha, terutama di alami oleh usaha-usaha rintisan.

Dan salah satu cara yang paling populer untuk menapatkan modal usaha adalah dengan berhutang. Dengan Berhutang, pelaku usaha berharap untuk mendapatkan dana modal tambahan untuk mengoptimalkan kegiatan usahanya.

Namun dibalik mendapat dana tambahan untuk modal usaha dari hasil berhutang, hal yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha adalah akan semakin bertambahnya pengeluaran financial bulanan yang harus dipersiapkan.

Dengan adanya hutang, secara otomotis akan menambah kewajiban finansial di setiap bulannya. Ditambah lagi pelaku usaha harus mengeluarkan dana untuk menjalankan bisnis.

Oleh karena itu, para pelaku usaha harus mengetahui bagaimana cara mengatur management keuangan usaha dengan tepat untuk menantisipasi kejadian yang tidak diinginkan seperti kegagalan membayar hutang.

Para pelaku usaha juga harus mengetahui bagaimana hutang tersebut akan dikeola, apakah hutang tersebut digunakan untuk modal usaha (hutang produktif) atau hutang tersebut hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari (hutang konsumtif).

Berikut adalah cara mudah mengolah hutang untuk modal usaha:


1. Pilih Jenis Hutang Sesuai Kebutuhan


Sebelum memutuskan untuk berhutang untuk mendapatkan modal usaha, hal pertama yang harus dilakukan oleh pelaku usaha adalah memilih jenis hutang apa yang sesuai dengan kebutuhun.

Apakah memilih jenis hutang dengan jangka pendek atau hutang dengan jangka panjang, serta mengetahui dari riskiko-risko darijenis-jenis yang akan ditimbulkan apabila mengalami gagal bayar.

Selain itu, pengambilan jenis hutang yang tidak tepat (tidak jelas jangka waktunya) dirasa akan menimbulkan beragam risiko-risiko yang akan memberatkan para pelaku usaha.   

Biasanya para pelaku usaha lebih cenderung suka memilih jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih lama dengan pertimbangan memiliki angsuran yang lebih terjangkau serta hasil pendapatan yang harus dicapai dalam waktu lebih lama.


2. Disiplin Membayar Angsuran


Setelah pinjaman di berikan, langkah selanjunya harus dipenuhi oleh orang yang berhutang adalah mengangsur hutangnya secara rutin sesuai dengan perjanjian, biasanya dalam 1 bulan sekali.

Usahakan untuk selalu tepat waktu dalam membanyar angsuran bulanan. Untuk mempermudah mempersiapkan dana angsuran buat jadwal kapan harus membayar angsuran dengan tujuan dapat mempersiapkan lebih awal.

Jika diperlukan, para pelaku usaha bisa membayar angsuran lebih cepat dari tempo yang sudah ditetapkan apabila memiliki uang yang cukup. Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih mudah mengontrol keuangan usaha.

Hal yang harus diperhatikan juga beban hutang yang diakibatkan pada saat menunggak angsuran, karena menunggak angsuran akan mengakibatkan semakin bertambahnya bunga (beban) yang cukup besar di bulan berikutnya. 


3. Perhatikan Rasio Keuangan


Sebelum mengajukan permintaan hutang untuk modal usaha, hala yang juga harus diperhatikan oleh pelaku usaha adaah memperhatikan rasio keuangan usaha itu sendiri. Umumnya rasio aman untuk berhutang adalah sejumlah 30 persen dari total penghasilan.

Usahakan untuk menjaga rasio keuangan dengan tujuan untuk menjaga kemampuan bayar, dan menghindari risiko-risiko lainya dimasa ynag akan datang. Terutama tahan hasrat untuk menambah rasio hutang terhadapat hutang-hutang bersifat konsumtif.

Meski hutang dalam dunia usaha merupakan hal yang wajar, namun para pelaku usaha juga harus memperhatikan rasio hutangnya. Jangan sampai rasio hutang yang besar membebani kondisi finansial perusahaan / bisnis.

Para pelaku usaha di tuntut untuk bijak dalam mengatur hutang. Serta gunakan pinjaman untuk usaha yang sudah terbukti memberikan hasil, karena masih ada kuwajiban membanyar angsuran.


4. Menambah Aset


Hutang tidak selalu berkesan negatif, jika pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mengelola hutang, hutang bisa menjadi salah satu cara untuk menamabah penghasilan atau aset (hutang produktif).

Sebagai contoh, ketika pengusaha meminjam hutang modal untuk membuka usaha usaha butik sederhana, dan dari keuntungan dari usaha tersebut dibuat untuk membayar angsuran bulanan.

Dari keterangan diatas, keputusan berhutang untuk membuka usaha merupakan hutang yang produktif, karena dapat menambah aset bagi debiturnya. 

www.materibisnis.com bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada bisnis pemula serta mengulas sisi-sisi lain yang bermanfaat.

Silahkan bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, Terimakasih.
Salam,

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon