Cara Cerdas Mengelola Pinjaman Bank Untuk Kelancaran Bisnis

Mengelola Pinjaman Bank Untuk Kelancaran Bisnis

Mengelola Pinjaman Bank. Dalam Sebuah bisnis, meminjam sebuah modal untuk memperluas usaha merupakan langkah yang sudah umum, terutama meminjam uang untuk keperluan modal usaha di Bank. Terlepas dari besaran hutang modal yang di pinjam, yang menjadi masalah adalah tidak semua pelaku bisnis belum bisa mengelola pinjaman dari Bank tersebut dengan baik.   

Secara umum, penyebab dari kegagalan dalam mengilah pinjaman adalah ketidak mampuan pelaku usaha untuk menggelola hutangnya dengan baik, seperti contoh sering terlambat dalam mengangsur pinjaman bulanan yang mengakibatkan denda bunga yang semakin besar dan secara tidak langsung bisa mengganggu kondisi finansial perusahaan atau bisnis.

Selain masalah sering terlambatnya membayar angsuran, masih banyak risiko-risiko terkait pinjaman Bank yang harus diketahui oleh para pelaku usaha. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan berhutang menjadi salah satu faktor yang bisa mendukung bergeraknya usaha menjadi lebih baik, bukan malah karena hutang menjadikan usaha menjadi tidak berkembang bahkan menjadi bangkrut.

Risiko lain karena kegagalan dalam mengelola hutang atau ketidak mampuan para pelaku usaha dalam membayar hutang perusahaan untuk modal usaha adalah kemungkinan tersitanya aset-aset perusahaan dan masuk kedalam daftar hitam (blacklist) perbankan yang berakibat usaha akan kesulitan dalam pengajuan pinjaman di kemudian hari.

Guna mengatasi serta menghindari masalah-masalah yang bisa mengganggu kelancaran bisnis karena usaha terlilit hutang, berikut beberapa cara yang bisa digunakan dalam mengelola pinjaman Bank untuk kelancaran bisnis.  


Buat Rencana


Sebelum mengambil keputusan untuk mengambil hutang, baik berhutang di Bank maupun berhutang di perseorangan. Alangkah baiknya untuk membuat perencanaan terlebih dahulu, akan digunakan atau disalurkan kemanakah dana yang telah didapatkan dari hutang tersebut, apakah digunakan untuk menambah modal produksi perusahaan, untuk modal promosi atau kegiatan usaha lainnya.

Pertimbangkan juga mengambil hutang sesuai dengan kebutuhan, hitung terlebih dahulu mana yang masih bisa ditangani sendiri tanpa hutang dan mana yang harus menggunakan hutang. Jangan sampai mengambil hutang tanpa didasari oleh rencana yang matang, karena hal tersebut akan membebani terhadap kondisi keuangan di kemudian hari.


Komitmen Terhadap Rencana 


Kejadian yang sering dialami oleh pelaku usaha ketika baru mendapat pinjaman dana dari Bank adalah timbulnya keinginan untuk menggunakan dana pinjaman tersebut untuk kegiatan lainnya yang tidak berhubungan dengan kegiatan bisnisnya, contohnya dana yang seharusnya digunakan untuk modal usaha habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti shopping dan kebutuhan harian lainnya.

Tentu contoh diatas merupakan hal yang kurang tepat, dalam mengelola hutang pelaku usaha harus mengetahui bagaimana cara membedakan antara kebutuhan usaha dan keinginan pribadi. Usahakan dana yang di dapatkan dari berhutang dibank hanya digunakan untuk aktivitas memperlancar kegiatan bisnis saja.


Siapkan Dana Khusus


Keputusan mengambil hutang/pinjaman di Bank, secara tidak langsung membuat debitur terikat perjanjian untuk mengangsur hutangnya setiap bulan ditambah dengan bunga pinjaman yang sebelumnya telah disepakati. Selain harus membayar angsuran perbulannya, hal yang harus diperhatikan oleh debitur adalah adanya resiko denda apabila debitur tidak membayar angsuran tepat waktu.

Untuk mengatasi hal tersebut, usahakan untuk membuat dana khusus yang disediakan untuk membayar angsuran disetiap bulannya. Dana tersebut bisa diambil dari keuntungan usaha atau sengaja menyisihkan dana untuk membayar angsuran serta menyisihkan sebagian keuntungan untuk membuat dana cadangan untuk membayar angsuran dibulan selanjutnya apabila mengalami defisit atau kerugian.    


Ubah Keuntungan Menjadi Modal Kembali


Disamping harus menggunakan keuntungan untuk membayar angsuran hutang disetiap bulannya, debitur atau pelaku usaha harus bisa menciptakan kondisi finansial yang sehat dengan cara mengolah kembali keuntungan yang didapat dari kegiatan usaha menjadi modal usaha kembali. 

Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengusahakan sebelum pinjaman terbayarkan, usahakan untuk tidak mengambil keuntungan yang didapatkan untuk memenuhi keinginan sehari-hari. Hal tersebut bertujuan untuk memperlancar kondisi keungan usaha tanpa harus bergantung kepada modal hutang kembali.


Buat Catatan Keuangan


Selain membuat perencanaan yang matang disertai dengan komitmen, cara yang bisa digunakan dalam mengelola keuangan dari hasil pinjaman Bank adalah dengan membuat catatan keuangan yang dilakukan secara rutin dan mendetail. Catat semua dana pemasukan dan dana pengeluaran dari hasil usaha beserta dengan besarannya.

Buat catatan juga dari setiap angsuran yang telah dabayarkan sebelumnya, hal tersebut dapat memudahakan pelaku usaha dalam menentukan perhitungan kas usaha di dikemudian hari. Dengan mencatat keuangan secara rutin, pelaku usaha dapat memonitoring dan dapat mengambil keputusan yang paling tepat berdasarkan catatan keuangan yang telah dibuat sebelumnya.

www.materibisnis.com bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada bisnis pemula serta mengulas sisi-sisi lain yang bermanfaat.

Silahkan bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, Terimakasih.
Salam,

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon