Arti Debit Kredit Dalam Akuntansi Serta Perbedaanya

Tags

Arti Debit Kredit Dalam Akuntans

Debit dan Kredit. Dalam setiap pembukuan keuangan, pasti banyak disebutkan istilah debit dan kredit. Istilah-istilah tersebut digunakan oleh para akuntan untuk mempermudah melacak transaksi bisnis di berbagai jenis akun yang digunakan.

Dengan memahami arti dari debit dan kredit, para akuntan dapat lebih mudah membedakan asal transaksi serta dapat memngerjakan pembukuan keuangan dengan lebih lebih cepat tanpa harus khawatir akan kesalahan posting transaksi.

Dalam setiap pembelajaran akuntasi, pengenalan istilah debit dan kredit menjadi salah satu kajian pertama yang selalu diajarkan. Dengan kata lain, pembelajaran membedakan antara debit dan kredit merupakan dasar dari setiap pembelajaran akuntasi. 


Pengertian Debit dan Kredit


Secara umum, penggunaan istilah debit dapat diartikan sebagai bertambahnya nilai uang dalam tabungan atau rekening. Sedangkan kredit diartikan keluarnya uang dari dalam tabungan ketika bertransaksi.

Namun dalam akuntansi, penggunaan istilah dari debit dan kredit merupakan salah satu ciri khas dari laporan keuangan yang menggunakan menggunakan metode double entry, yaitu dimana setiap transaksi keuangan memiliki dua efek sekaligus, yaitu debit di satu sisi dan credit di sisi lain.


Debit


Istilah debit berasal dari kata "debere", yaitu pencatatan akuntansi yang digunakan sebagai pos pembukuan ketika asset dan biaya mengalami peningkatan, serta bertambahnya nilai aktiva dari sebuah transaksi. Biasanya dalam pembukuan yang menggunakan metode double entry berada di posisi sebelah kiri.


Kredit


Dalam akuntansi, kredit merupakan lawan dari debit. Kredit sendiri merupakan pencatatan akuntansi yang digunakan sebagai pos pembukuan untuk akun hutang dan ekuitas yang mengalami peningkatan dan terletak disebelah kanan pada penulisan yang menggunakan metode double entry.

Baca juga : Inovasi Bisnis Dengan Sukses


Makna Debit Kredit Dalam Akuntansi


Jika ditinjau dari segi makna, penggunaan istilah debit kredit sebenarnya tidak memiliki arti langsung terhadap akuntansi. Namun hal tersebut masih sering terjadi kesalahfahaman yang dilakukan oleh orang-orang baru belajar mengenai akuntansi.

Terutaman pada saat mengertikan bahwa debit berarti selalu "bertambah" sedangkan kredit selalu "berkurang". Sebenarnya definisi tersebut tidaklah sepenuhnya salah jika mengacu kepada komponen akuntansi "expenses dan assets".

Namun jika mengacu kepada komponen akuntansi lain seperti definisi income, liability dan owner's equity maka pengertian tersebut menghasilkan pengertian yang tidak tepat.

Dari kasus diatas, penggunaan istilah debit dan kredit tidak bisa dimaknai dengan selalu bertambah atau selalu berkurang. Karena dalam setiap penulisan atau dalam kasus yang berbeda, maka kemungkinan memiliki arti yang berbeda juga.

Seperti contoh tabel berikut :
Nama Akun Bertambah Berkurang
HARTA Debit Kredit
UTANG Kredit Debit
MODAL Kredit Debit
PENDAPATAN Kredit Debit
BEBAN/BIAYA Debit Kredit

Guna menentukan posisi debit dan kredit dengan benar, perhatikan juga berdasarkan beberapa komponen akun dalam akuntansi, seperti :
  • Assets (aset perusahaan),
  • Owner's Equity (modal peminjaman perusahaan),
  • Liabilities (hutang perusahaan),
  • Income (pendapatan perusahaan),
  • Expenses (pembelanjaan perusahaan).
Dimana komponen akun 1, 2 dan 3 lebih cenderung digunakan untuk laporan keuangan balance sheet, sedangkan komponen 4 dan 5 cenderung digunakan untuk laporan keuangan statement.

Baca juga : Manajemen Keuangan Usaha Kecil


Alasan Pembuatan Laporan Debit dan Kredit.


Semakin berkembangnya sebuah usaha atau bisnis, akan semakin banyak juga jenis transaksi yang terjadi. Kejadian tersebut mengharuskan para pelaku usaha untuk membuat laporan keuangan untuk mengantisi lupa akan transaksi yang terjadi dalam bentuk laporan keuangan.

Dengan membuat laporan keuangan dimaksudkan untuk mempermudah dalam mengetahui kondisi transaksi, Seperti transaksi keluar masuknya dana perusahaan serta dapat mengantisi kemungkinan over budgeting. 

Selain itu, penggunaan laporan keuangan debit dan kredit membantu dalam melacak sesuatu yang merugikan perusaahan jika terjadi persoalan.

Dengan dibuatnya laporan debit dan kridit semakin mempermudah para pelaku usaha dalam memonitoring keuangan  dari berbagai kemungkinan yang terjadi. Seperti kemungkinan adanya korupsi dari pegawai dan lain sebagainya. 

www.materibisnis.com bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada bisnis pemula serta mengulas sisi-sisi lain yang bermanfaat.

Silahkan bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, Terimakasih.
Salam,

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon