Perbedaan Orang Sibuk dan Orang Produktif Dari Berbagai Segi

Perbedaan Orang Sibuk dan Orang Produktif Dari Berbagai Segi

Produktif dan Sibuk. Dalam kehidupan sehari-hari, Kedua kata tersebut seringkali dikaitkan dengan arti sikap seseorang yang memiliki produktivitas kerja yang lebih unggul dibandingkan dengan lainnya. Namun pada kenyataannya kata Produktif dan kata Sibuk memiliki arti sangat berbeda.

Memang dalam membedakan apakah kegitan tersebut merupakan kegiatan yang produktif atau hanya sebagai kegaiatan untuk menyibukkan diri memang tidaklah mudah. Perlu sebuah pemahaman yang baik untuk membedakan antara produktif dan sibuk. 

Sebagai contoh, meskipun seseorang sudah bekerja begitu keras dan melakukan semua dengan mandiri, namun masih belum bisa memberikan kontribusi kepada seseorang atau perusahaan, maka kegiatan tersebut hanya bisa dikatakan sebagai kesibukan saja, namun masih belum bisa dikatakan sebagai kegiatan yang produktif.

Berikut perbedaan Sibuk dan Produktif yang dilihat dari berbagai segi :


Baca juga : Motivasi Sukses Jack Ma

1. Segi Prioritas


Untuk mempermudah pekerjaan, seseorang biasanya membagi pekerjaannya kedalam beberapa bagian/prioritas, hal tersebut bertujuan untuk menjadikan pekerjaanya menjadi lebih terskema dan tertata rapi serta lebih mudah dalam pengerjaanya.

Dalam segi ini orang yang dikategorikan sebagai orang yang sibuk, biasanya lebih suka untuk melakukan semuanya secara bersamaan tanpa membagi prioritasnya terlebih dahulu. Tentu saja, melakukan semua pekerjaan dalam satu waktu merupakan hal yang sangat memeberatkan.

Terutama jika harus membagi konsentrasi dalam suatu waktu yang bersamaan untuk mengerjakan semua tugas/kegiatan. Tentu cara tersebut kurang efektif untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dan mungkin hasil yang dikerjakannya juga kurang maksimal.

Berbeda dengan orang yang dikategorikan sebagai orang produktif yang bisa membagi pekerjaannya kedalam beberapa bagian/prioritas. Dalam segi ini, orang produktif tau kapan harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat atau dikerjakan dengan santai (dengan catatan harus selesai).

Tentu hal tersebut dapat menjadikan lebih fokus terhadap pekerjaan, yang menjadikan lebih efektif, tidak menguras tenaga yang berlebih serta dapat menghemat waktu dan tentu saja lebih produktif.


2. Segi Kefokusan


Dalam setiap mengerjakan tugas/pekerjaan, setiap orang pasti mempunyai cara dan fokusnya sendiri-sendiri, ada yang fokus mengerjakan satu tugas terlebih dahulu lalu mengerjakan tugas yang lainnya ada juga yang fokus mengerjakan tugas secara bersama-sama atau multitasking.

Begitu juga orang yang dikategorikan orang sibuk dan orang produktif, mereka juga mempunyai caranya sendiri dalam menyelesaikan sebuah tugas/pekerjaan.

Biasanya orang sibuk cenderung lebih memilih menyelesaikan semua tugasnya dengan bersamaan. Sebenarnya, menyelesaikan semua tugas dalam satu waktu tidaklah salah, namun memiliki banyak kekurangan. Seperti mudah kehilangan konsentrasi dan kefokusan yang mengakibatkan penundaan.

Terutama yang diakibatkan oleh fokus yang mulai menurun, kondisi seperti ini biasanya membuat seseorang lebih memilih untuk menunda tugas/pekerjaan lain waktu dan mengakibatkan tugas/pekerjaannya menjadi terbengkalai.

Secara umum, orang yang dianggap produktif lebih suka menyelesaikan pekerjaannya dengan cara fokus kepada tugas/pekerjaan yang dianggap lebih penting atau memiliki prioritas lebih dibandig tugas yang lainnya.

Dengan hal tersebut, dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus untuk menyelesaikan apa yang dikerjakannya, lalu mengerjakan yang lainnya apabila tugas prioritasnya telah selesai.


Baca juga : Cara Membangun Fokus ke Target Sampai Goal


3. Segi Manajemen Waktu


Selain dari segi tingkat kefokusan yang berbeda, segi manajemen waktu juga dapat menjadi salah satu point yang bisa menjadi pembeda antara orang yang dikategorikan sebagai orang sibuk dan orang produktif.

Dalam segi ini, kebanyakan orang sibuk selalu mengeluh tentang waktu yang dimiliki habis untuk bekerja, bahkan tidak sempat untuk melungkan waktu untuk keluarga dan berinteraksi dengan teman-temannya. Entah karena lembur atau tugas/pekerjaan yang belum selesai. 

Sebenarnya bekerja secara terus menerus dan mengabaikan istirahat akan berdampak buruk pada kesehatan seseorang, bisa mengakibatkan bekerja menjadi kurang produktif dan gangguan psikis.

Namun orang yang produktif lebih dapat mengatur waktu mereka, dengan mengetahui kapan harus berhenti sejenak dan kapan harus memulai pekerjaanya kembali tanpa mengganggu pekerjaan mereka.

Dengan meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak dan manajemen waktu yang lebih baik, tentu saja hal tersebut lebih efektif dari pada menyelesaikan tugas/pekerjaan dalam satu waktu dengan menguras semua tenaga.


4. Segi Pengambilan Keputusan


Setiap orang memiliki keputusan-keputusannya sendiri untuk mencerminkan karakternya, pemilihan keputusan juga berbengaruh terhadap penilaian orang lain terhadap seseorang. Pengambilan keputusan juga salah satu yang dapat membedakan apakah orang tersebut dikategorikan sebagai orang sibuk atau orang produkif.

Hal tersebut akan terihat jelas, ketika orang tersebut mendapat amanat, perintah atau tugas baru dan sebagainya. 

Biasanya orang yang dikategorikan sebagai orang sibuk secara langsung mengatakan "iya atau tidak" tanpa berfikir terlebih dahulu. Entah karena alasan apapun, sesuatu yang tidak difikirkan terlebih dahulu akan cenderung mangkibatkan kerugian di masa yang akan datang.

Akan berbanding terbalik jika orang yang dikategorikan sebagai orang produktif dalam mengambil sebuah keputusan, dalam segi ini orang yang produktif cenderung memikirkan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

Dalam artian apakah amanat, perintah atau tugas yang diberikan memberikan manfaat atau tidak, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada orang yang memberi perintah.

Baca juga : Cara Mengambil Keputusan Yang Tepat

www.materibisnis.com bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada bisnis pemula serta mengulas sisi-sisi lain yang bermanfaat.

Silahkan bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, Terimakasih.
Salam,

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon