Cara Memulai Investasi Saham jangka Panjang Untuk Pemula


Cara Memulai Investasi Saham jangka Panjang Untuk Pemula


Saat ini Investasi saham adalah investasi yang sangat menguntungkan, karena memiliki imbal hasil yang cukup tingi, bahkan lebih tinggi dari pada berbagai instrumen investasi lainnya seperti investasi pada logam mulia dan jenis lainnya. 

Meski memiliki hasil yang cukup tinggi, investasi saham juga memiliki risiko yang tinggi atau lebih dikenal high risk dan high return, karena skala perbandingan antara risiko keuntungan dan kerugian tidaklah jauh berbeda. 

Apalagi untuk para pemula, disarankan untuk mencari informasi terlebih dahulu sebelum terjun langsung kedunia saham, seperti mencari partner atau mentor yang berguna untuk mengajari bagaimana cara berinvestasi dengan baik dan benar.  


Bagi yang baru memulai terjun kedunia saham, mulailah dengan membeli saham yang tidak terlalu mahal (nilai invertasi yang terjangkau), hal ini bertujuan untuk menjadi media pembelajaaran serta mengantisipasi apabila mengalami kesalahan strategi yang mengakibatkan kerugian.

Mungkin saat ini juga sudah ada software yang bisa membatu kita untuk menganalisa kinerja investasi kita. Namun menurut saya itu saja tidak cukup, perlu pemahaman dan pengetahuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan konsisten. 

Selain mempertimbangkan harga yang terjangkau, perhatikan juga saham yang berfundamental baik (blue chip), yaitu saham-saham perusahaan yang sudah mempunyai usaha yang jelas, manajemen transparan, nama besar yang sudah banyak dikenal oleh publik.

Karena saham jenis ini dianggap lebih cenderung bergerak naik dan lebih tahan terhadap koreksi pasar, dibanding dengan jenis saham-saham baru atau biasa disebut saham gorengan yang pergerakan harganya masih belum bisa ditentukan. 

Biasanya saham jenis ini memiliki karakter yang lebih aggresif dan memiliki risiko yang sangat tinggi, kalau beruntung bisa naik tajam namum apabila tidak beruntung saham akan anjlok dan investor pasti akan rugi.

Untuk mengatasi berbagai kemungkinan turunnya nilai investasi, usahakan untuk membeli beberapa jeni saham yang berbeda. Langkah ini bertujuan untuk membagi risiko yang sewaku-waktu muncul.

Dengan membagi kedalam beberapa saham yang berbeda, akan memperkecil risiko kerugian dibanding dengan hanya membeli 1 jenis saham saja. Seperti contoh pada saat saham A kinerjanya turun, ada kemungkinan saham B, C, D akan mengalami kenaikan.

Selain itu, penting juga untuk melakukan alaisa secara berkala, hal ini membantu kita untuk mengetahui hasil dari kinerja saham kita, apakah kinerjanya memuaskan atau bahkan merugikan.

Yang perlu diketahui adalah investasi dalam saham sangat berisko apabila dilakukan dalam waktu yang pendek, karena sifatnya yang fluktuatif. Maka dianjurkan untuk berinvestasi dalam waktu yang lama, maka dari itu dibutuhkan konsistensi yang kuat.


Selain itu, tendensi naik dan turunnya nilai-nilai suatu saham juga bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga membutuhkan kecermatan bagi investor untuk mengambil keputusan apakah ingin menjual sahamnya kembali atau menahannya untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dikemudian hari.

Namun banyaknya iming-iming keuntungan sekejap atau karena ketidak sabaran yang mengakibatkan sejumlah investor menjadi kurang berhati-hati dan akhirnya gagal dalam berinvestasi saham.

Untuk mengantisipasi kesalahan-kesalahan ada baiknya belajar dari kesalahan investor sebelumnya. Berikut kesalahan mendasar yang dilakukan oleh investor pemula dalam melakukan investasi saham:

Investasi Saham jangka Panjang Untuk Pemula

Bagi Anda yang ingin memulai investasi saham, ada baiknya belajar dari kesalahan investor sebelumnya. 

Berikut kesalahan besar investor saham yang perlu Anda hindari.


Mudah Putus Asa.


Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa investasi saham membutuhkan konsistensi yang kuat, karena untuk mendapatkan hasil yang maksimal membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Serta banyak rintangan-rintangan yang harus dihadapi seperti harga yang naik turun karena sifatnya cenderung fluktuatif dan sebagainya. Bagi investor pemula, rintangan-rintangan tersebut mungkin akan membuat gelisah karena nilai investasinya terus berubah dan tak menentu.


Perlu kecermatan dan rasionalitas dalam mengindari rintangan tersebut, serta melakukan analisa dan evaluasi dari kesalahan yang terjadi apabila sedang melakukan kesalahan.

Bagi yang tidak bermental kuat, hal ini pasti akan membuat cepat putus asa karena tidak cepat atau terburu-buru untuk mendapatkan hasil yang di inginkan dan lebih memilih untuk beralih menggunakan instrumen investasi lainnya. 

Maka sia-sia saja langkah yang diambilnya selama ini jika berhenti ditengah jalan sebelum tujuannya tercapai.


Takut Membeli Saham Saat Pasar Turun


Kondisi pasar yang fluktuatif secara siklus terkadang membuat harga saham menjadi tidak stabil, terkadang di bawah dan terkadang di atas begitu juga sebaliknya.

Hal tersebut dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang sedang berlangsung, apabila kondisi ekonomi sedang bagus maka akan menimbulkan sentimen positif yang mengangkat harga saham naik atau biasa disebut bullish. Pada kondisi seperti ini kebanyakan investor lebih suka membeli sebuah saham dibanding dengan kondisi pasar sedang lesu.

Begitu juga sebaliknya pada saat kondisi ekonomi sedang lesu, pasti juga akan memberikan dampak-dampak yang kurang menguntungkan serta dapat mempengaruhi dari kenerja dari suatu saham yang mengakibatkan penurunan harga beli (bearish).


Namun jika dilihat lebih seksama, saham yang mengalami penurunan atau bearish lebih memiliki peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari pada membeli saham pada saat bullish atau sedang mengalami kenaikan. Kenapa??

Karena pada saat bearish kita dapat membeli saham yang bagus dan potensial dengan harga yang cukup murah, dan mengharapkan ketika kondisi ekonomi kembali pulih, harga saham akan kembali kejalur yang lebih postif atau Rebound dan saat itu kita mendapat keuntungan.

Tentu saja dalam melakukan ini harus mencermati terlebih dahulu saham apa yang akan dibeli, jangan hanya karena harga turun langsung asal beli, hal tersebut sangat berisiko. Perlu pemahaman dan pengetahuan yang lebih karena memiliki resiko yang cukup besar serta mental yang kuat untuk menunjangya.


Memilih Saham Yang Tidak Potensial


Banyak para investor terutama investor pemula, yang ingin mendapatkan saham dengan harga murah dan menjualnya kembali ketika harganya sudah tinggi. Dan menganggap semua saham yang berharga murah pasti akan lama-kelamaan pasti mengalami kenaikan harga.

Sebenarnya pernyataan tersebut tidak salah namun juga tidak selalu benar, tergantung dari investor itu sendiri bagaimana ia mengelola strategi dalam membeli sebuah saham.

Memang saham dengan harga yang murah sangat menggiurkan untuk dibeli apalagi oleh investor pemula, namun sebelum membeli sebuah saham usahan untuk memeriksa ulang apakah saham tersebut berpotensial apa tidak.

Biasanya saham-saham yang tidak potensial berasal dari saham-saham perusahaan yang memiliki record yang tidak bagus atau perusahaan yang bermasalah. Tentu saja membeli saham dari perusahaan-perusahaan ini dinilai sangat merugikan karena pertumbuhannya yang sangat lambat, bahkan cenderung megalami kerugian.


Tidak Memahami Sisi Fundamental.


Dari sekian banyak investor, banyak yang sering mengabaikan analisa dari sisi fundamental perusahaan dalam melakukan transaksi saham, dan lebih suka menganalisa dsri sisi tren yang terjadi sesaat terutama pada pemula. 

Dan masih yang beranggapan dengan mengikuti trend yang terjadi akan menghasilkan profit lebih yang cepat di pasar modal dan mengabaikan fundamental dari suatu perusahaan. 

Padahal fundamental suatu perusahaan mrupakan salah satu tolak ukur dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah saham atau tidak. 


Salah Mengikuti Tips/Partner


Banyak diluar sana yang memberikan panduan tips-tips yang menurut saya sangat tidak masuk akal, seperti tips 100% memenangkan investasi saham, investasi saham dengan hasil triliunan dijamin dan sebagainya. Namun sebenarnya dalam dunia investasi saham, tidak ada ilmu yang bisa memprediksi 100% yang bisa memberikan keberhasilan. 

Banyak sumber-sumber yang tidak jelas kredibilitasnya yang menyasar kalangan para investor pemula dengan menjanjikan kesuksesan dengan membeli sebuah saham tertentu. Apabila tidak waspada oknum-oknum tersebut bisa mempengaruhi Anda untuk membeli saham yang salah dan mengakibatkan kebangkrutan.

Apabila mempunyai watu yang cukup, lebih baik untuk belajar sendiri tentang ilmu bagaimana cara invetasi saham yang baik dan benar dibanding dengan menyewa pihak ketiga.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon